PSSI Jatim, JEMBER – Persebaya Surabaya mencatat pencapaian luar biasa dalam Piala Soeratin Jawa Timur 2026. Tiga kelompok usia yang dipertandingkan, U-13, U-15 dan U-17, seluruhnya berhasil dimenangkan oleh Green Force Muda. Sebuah sapu bersih yang menegaskan kuatnya fondasi pembinaan pemain muda di Kota Surabaya.
Persebaya U-13 menjadi tim pertama yang memastikan trofi berada di tangan mereka. Bertanding di Jember Sport Garden, Minggu (13/9/2026), Persebaya U-13 menundukkan Persida Sidoarjo dengan skor tipis 1-0 pada partai final. Kemenangan tersebut menjadi penutup manis dari perjalanan panjang para pemain muda Persebaya di kompetisi Piala Soeratin U-13 Jawa Timur.
Tidak berhenti di U-13, kesuksesan berlanjut ke kelompok U-15. Beberapa jam kemudian, Persebaya U-15 tampil sebagai kampiun setelah mengalahkan Deltras Sidoarjo dengan skor 2-0 di Jember Sport Garden. Dengan hasil tersebut, dua trofi dari kelompok usia U-13 dan U-15 sekaligus menjadi milik Persebaya.
Namun cerita terbesar datang dari kelompok U-17. Sehari sebelumnya, Sabtu (12/9/2026), Persebaya U-17 harus melewati final yang penuh drama menghadapi Inter Pemuda Kediri di Stadion Brawijaya, Kediri. Sempat tertinggal lebih dahulu, skuad Green Force Muda tidak kehilangan keyakinan. Sebastian Pratama Panjaitan menyamakan kedudukan pada menit ke-69, sebelum Farentino Kevin membawa Persebaya berbalik unggul pada menit ke-89. Ichiko Adhezta Noviyanto Pratama kemudian menyempurnakan kemenangan lewat gol pada menit 90+2. Skor akhir 3-1 sekaligus mengantarkan Persebaya U-17 menjadi juara.
Bagi Persebaya U-17, gelar tersebut juga menjadi tiket untuk mewakili Jawa Timur di putaran nasional Piala Soeratin U-17. Perjalanan mereka menuju trofi berlangsung impresif. Sejak fase grup, Persebaya tampil sempurna dan menyapu bersih seluruh pertandingan. Langkah tersebut kemudian diteruskan di fase gugur hingga akhirnya menyingkirkan Persida Sidoarjo di semifinal dan Inter Pemuda Kediri di partai puncak.
Yang membuat pencapaian tahun ini semakin istimewa adalah kesamaan tujuan dari tiga kelompok usia tersebut: bukan sekadar mengejar trofi, tetapi membangun fondasi pemain untuk masa depan sepak bola Jawa Timur. Dari lapangan Jember hingga Stadion Brawijaya Kediri, talenta-talenta muda Persebaya menunjukkan bahwa proses pembinaan yang dilakukan secara berjenjang mampu menghasilkan prestasi di berbagai kelompok umur.
Tiga trofi dalam satu gelaran menjadi pesan kuat bahwa Persebaya tidak hanya sedang membangun tim untuk hari ini. Mereka juga sedang menyiapkan generasi berikutnya.
U-13 juara. U-15 juara. U-17 juara.
Tiga kelompok usia, tiga perjalanan, satu nama yang berdiri paling tinggi: Persebaya Surabaya.
Piala Soeratin Jawa Timur 2026 akhirnya menjadi panggung dominasi Green Force Muda—sekaligus menjadi pengingat bahwa masa depan sepak bola Jawa Timur sedang tumbuh dari kaki-kaki muda yang berani bermimpi besar.
Selamat untuk Persebaya Surabaya. Selamat untuk seluruh pemain, pelatih, ofisial, dan semua pihak yang terus menjaga nyala pembinaan sepak bola usia muda Jawa Timur.(Red)










